Hadapi Ancaman Bencana Karhutla, DMC Tingkatkan Kesiapsiagaan dan Ketangguhan Masyarakat menghadapi Kebakaran Hutan dan Lahan

Tangerang Selatan—Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa tengah mempersiapkan rancangan program kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di seluruh Indonesia (11/08/2023).

Terpantau di awal Agustus terdapat 162 titik panas di Kalimantan Timur, 4.345 titik panas di Kalimantan Selatan, 2.290 titik panas di Kalimantan Tengah, serta di Sumatera terdapat 135 titik panas.

Menghadapi meluasnya ancaman tersebut, DMC Dompet Dhuafa telah mempersiapkan program kesiapsiagaan dan peningkatan ketangguhan masyarakat.

“Seperti tahun sebelumnya, harapan kami dengan disiapkannya rencana dan agenda ini dapat menjadi dukungan yang baik dan signifikan untuk masyarakat di wilayah terdampak karhutla. Kegiatan ini pun menjadi langkah DMC Dompet Dhuafa dalam memberikan dukungan advokasi dan pendampingan kepada masyarakat di wilayah terdampak, agar juga bisa lebih siap, waspada dan akhirnya mandiri dalam upaya pengurangan, pencegahan, dan pemulihan dari dampak karhutla,” jelas Akbar Saddam selaku Pjs. General Manager Resource Hub DMC Dompet Dhuafa.

Terkait peningkatan ketangguhan masyarakat, DMC Dompet Dhuafa akan melatih simpul-simpul relawan penanggulangan bencana spesialisasi penanganan bencana karhutla di daerah-daerah. Adapun relawannya merupakan masyarakat lokal yang berdomisili dekat atau risiko terpapar bencana karhutla.

Pelibatan masyarakat lokal merupakan aspek krusial dalam penanganan karhutla. Pelibatan tersebut bisa dilakukan dalam banyak hal salah satunya melalui pembentukan kelompok masyarakat Squad Siaga Karhutla yang akan ditingkatkan kapasitasnya melalui pelatihan. Pelatihan ini akan melibatkan minimal 25 peserta untuk masing-masing area dengan metode Training of Trainer (ToT).

Selain melatih masyarakat lokal, DMC Dompet Dhuafa juga akan memberikan pelatihan penanggulangan bencana kepada guru-guru sekolah yang diberi nama Sekolah Siaga Karhutla. Pelatihan Sekolah Siaga Karhutla dilakukan melalui metode coaching (pembinaan) mengingat para guru sekolah sudah memahami dan familiar dengan situasi darurat di masa karhutla.

Materi coaching biasanya berbeda antara satu kasus dengan lainnya. Dalam coaching, Coach menggunakan kemampuannya untuk bertanya sehingga coachee mampu menemukan akar permasalahannya dan memunculkan solusinya sendiri.

Coachee dianggap sesungguhnya sudah memiliki kemampuan yang memadai, sehingga coach tidak perlu membekalinya dengan pengetahuan teknis tambahan. Masalahnya lebih terkait dengan masalah psikologis seperti motivasi.

Adapun wilayah jangkauan pelatihan program-program di atas adalah, area Sumatera (Riau, Sumatera Utara dan Sumatera Barat); Area Sulawesi (Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara); Area Kalimantan (Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur); dan Area Nusa Tenggara (NTT & NTB).

Selanjutnya, DMC Dompet Dhuafa juga mempersiapkan desain Sekolah Aman Asap, Rumah Aman Asap, dan Sekolah Siaga Karhutla sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman Karhutla.

Prinsip kerja Sekolah Aman Asap adalah menyaring udara tercemar yang masuk ke dalam kelas, melakukan sirkulasi, menjernihkan dan menyegarkan udara dalam kelas serta mengalirkan udara ke luar kelas.

Sedangkan Rumah Aman Asap merupakan shelter (tempat tinggal sementara) bagi warga yang mengungsi akibat bencana asap karhutla. Sebagai catatan penting, safe house disediakan untuk masyarakat yang tidak terdampak ISPA (Infeksi saluran Pernafasan Akut), sedangkan bagi masyarakat yang terkena ISPA akan dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat.

Rumah Aman Asap yang didirikan akan menampung korban asap karhutla dan memiliki fasilitas tertentu yang dapat mensterilkan udara di dalam ruangan. Fasilitas yang disediakan diantaranya air purifier yang ideal dengan luas ruangan, dan tabung gas oksigen. Seluruh ruangan tertutup agar asap tidak masuk dan terdapat velbed serta tersedia SDM layanan dukungan psikososial dan tim medis.

Ruang Aman Asap diatur untuk menjaga tingkat asap dan partikel lainnya serendah mungkin selama peristiwa asap karhutla. Ruangan Aman Asap mampu membantu bagi orang-orang yang berisiko lebih besar terkena efek asap seperti orang dengan penyakit jantung atau penyakit paru-paru, orang dewasa yang lebih tua, anak-anak, dan orang hamil. 

Keberadaan air purifier atau pembersih udara menjadi penting ketika bencana asap karhutla terjadi. Di Indonesia sendiri, penggunaan pembersih udara belum lazim dilakukan bahkan di lokasi yang sering terdampak karhutla. Hal ini bisa jadi disebabkan karena harga pembersih udara yang terbilang cukup mahal.

Kemudian dalam fase tanggap darurat, DMC Dompet Dhuafa tengah mempersiapkan perlengkapan dan peningkatan armada kendaraan penunjang aksi-aksi pemadaman saat karhutla terjadi. Di satu sisi, dengan tercetaknya relawan penanggulangan bencana karhutla yang dibentuk pada fase kesiapsiagaan, akan menambah jumlah personal dan jangkauan wilayah respons tanggap darurat.

Terakhir di fase pemulihan, DMC Dompet Dhuafa merujuk kepada aspek 3R dari Badan Restorasi Gambut dan Rehabilitasi Mangrove (BRGM), yakni rewetting (pembasahan), revegetasi (penanaman kembali), dan revitalisasi (peningkatan kesejahteraan) melalui potensi yang ada di wilayah setempat.

Di tahap pembasahan DMC Dompet Dhuafa bersama masyarakat lokal akan membuat sekat kanal sederhana yang memiliki fungsi nahan atau membendung laju air dan menyekat kembali saluran parit dengan sistem blok/dam. Dengan demikian mampu menjaga gambut agar tetap dalam keadaan basah atau lembab dan diharapkan tinggi muka air serta retensi air di dalam parit/sekitar hutan/lahan dapat meningkat.

Pembangunan sekat kanal dilakukan dengan melibatkan masyarakat agar sekat yang dibuat sesuai dengan kondisi alam setempat sekaligus mengakomodir pengetahuan-pengetahuan lokal masyarakat mengenai teknik menyekat kanal yang baik agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

Prosedur yang perlu diperhatikan adalah yang pertama, mempertimbangkan topografi letak sekat kanal yang akan dibangun, kedua adalah mempertimbangkan dari aspek dampaknya kepada masyarakat dikaitkan dengan kegiatan masyarakat.

Di tahap penanaman kembali, DMC Dompet Dhuafa bersama masyarakat lokal akan melakukan penanaman kembali bibit-bibit tanaman pada area yang masih subur. Adapun rencana bibit tumbuhan yang akan ditanam adalah yakni karet, kelapa, nanas, kopi, pinang, sayur-sayuran, cabai, hingga padi. Harganya yang cenderung stabil membuat pinang dan tumbuhan lainnya cocok untuk dibudidayakan di lahan gambut terutama pinggiran kiri dan kanan aliran kanal untuk menjaga agar tanah gambut tidak mengalami kelongsoran. 

Tanaman berikutnya yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis tinggi yakni padi. Padi menjadi bahan pokok makanan hampir seluruh masyarakat di Indonesia dan dunia. Sehingga apabila ini dikembangkan dapat menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan bagi masyarakat setempat.

Di tahap terakhir atau peningkatan kesejahteraan ekonomi, DMC Dompet Dhuafa akan mendukung penyediaan atau pengadaan budidaya ikan lokal maupun intrusi ikan tawar. Pada dasarnya yang lebih diutamakan adalah jenis ikan lokal yang asli berasal dari wilayah setempat.

Model pemanfaatan lahan gambut untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dapat diterapkan dengan sistem kolam maupun jaring tancap. Sistem kolam sederhana dapat menjadi media perkembangbiakkan ikan. 

Selain menginisiasi kolam, pemberdayaan masyarakat juga dilakukan untuk meminimalisir pengeluaran guna perawatan ikan yakni dengan membuat pakan sendiri dari bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Misalnya membuat kelompok perempuan pembuat pelet ikan.

Bahan dipilih secara sengaja menggunakan produk lokal agar tidak membesarkan biaya produksi. Selain itu, digunakannya bahan lokal bertujuan memudahkan masyarakat memperoleh bahan pelet ketika akan memproduksinya.

Pelet yang dihasilkan nantinya akan digunakan sendiri untuk memberi makan ikan budidaya. Namun, jika berkemungkinan pelet akan dijual untuk masyarakat luas apabila izin dan dokumen lainnya selesai dipersiapkan. 

“Semoga rencana ini dapat terlaksana dengan lancar dan sukses. Kami sadar bahwa DMC Dompet Dhuafa tidak bisa melakukan semua itu dengan sendiri, diperlukan kolaborasi lintas sektor di masyarakat. Mohon doa dan dukungan semuanya,” ujar Maizar ‘Ichan’ Helmi selaku Ketua Squad Karhutla DMC Dompet Dhuafa.

Foto: Dokumentasi 2019